Sunday, March 10, 2013

Cara Memandikan Bayi

Memandikan bayi adalah kegiatan penting yang harus dilakukan secara benar oleh orang tua. Selain ditujukan untuk membersihkan badan bayi, memandikan bayi perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak melukai bayi mengingingat kondisi bayi yang sangat lemah. Selain itu, memandikan bayi merupakan bagian penting dari perawatan bayi. Berikut beberapa cara dan tips yang dapat dilakukan oleh para orang tua dalam memandikan bayi:

  • Siapkan terlebih dahulu keperluan mandi bayi.
  • Isi air hangat (36-37 C) ke bak mandi, periksalah suhunya.
  • Bukalah bajunya, bungkus dengan handuk di pangkuan Anda, usap matanya dengan kapas yang dibasahi dengan air matang dingin, bersihkan sekitar wajah dan mulut.
  • Bersihkan mata dari luar ke dalam, gunakan kapas yang dibasahi.
  • Basuh kepala, wajah, leher, dada, lengan, punggung dan tungkainya. Perhatikan daerah lipatan.
  • Sabunilah kepala dan badan. Gunakan washlap. Pilih sabun bayi dengan formal PH balance agar tidak pedih di mata.
  • Keramasi rambutnya, pegang kepalanya di atas bak mandi. Keringkan, lepaskanlah handuk, letakkan satu tangan di bawah pundaknya, sementara tangan lainnya diletakkan di pantat. Masukkan bayi secara perlahan ke bak mandi.
  • Topang leher dan pundaknya, sabuni dan bilas. Pegang pantatnya dan angkat. Bungkus dengan handuk. Tepuk-tepuklah agar kering. Biarkan bayi terbungkus handuk saat memakaikan baju dan popok.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memandikan bayi, terutama di bagian-bagian tertentu dimana kondisinya begitu sulit untuk dijangkau dan juga mengingat kondisi kulit bayi yang masih sensitif. Daerah spesifik tersebut adalah:

Membersihkan seputar alat kelamin bayi
  • Pada bayi laki-laki:
Bersihkan kotoran yang ada pada kulup secara perlahan, dorong lembut kulit penis ke pakaiannya. Sekalah (seko) kotoran dengan kasa basah.
  • Pada bayi perempuan:
Bersihkan daerah kemaluan dari depan ke belakang (dari kemaluan ke anus dan dapat diulang dengan kasa baru), demikian pula dengan selangkangan.


Membersihkan bagian dalam telinga dan hidung
  • Bersihkan lubang hidung yang terlihat dengan kapas (cotton bud) basah.
  • Bersihkan bagian terluar telinga yang bisa dilihat dengan kapas basah.



Cara Merawat Kulit Bayi yang Baru Lahir


Sebagai orang tua tentunya harus tahu bagaimana cara merawat kondisi kulit yang umum pada bayi, karena kulit mereka tipis dan sangat sensitif. Iritasi kemerahan dan luka luar terkadang dialami oleh si buah hati karena beberapa faktor diantaranya lingkungan yg ekstrim, efek sinar matahari juga penggunaan produk perawatan yg salah. 
Tips Cara Merawat Kulit Bayi
  • Bayi yg baru lahir dan umurnya belum sebulan cukup dilap basah pakai air biasa dengan suhu normal tanpa tambahan apapun. Kain lap yang dipakai harus terbuat dari katun lembut serta bersih, demikian juga handuknya. Pastikan bagian anus dan alat kelamin bebas kotoran setiap saat.
  • Apabila Anda memandikan bayi, gunakan sabun khusus bayi terbuat dari bahan herbal alami tanpa ditambahkan bahan wewangian karena hal tersebut dapat mengiritasi kulitnya. Jika Anda tidak yakin, mintalah rekomendasi dari bidan atau dokter anak. Oleskan lotion bayi setelah mandi dgn lembut.  Selain untuk mencegah terjadinya iritasi, hal itu juga baik untuk meningkatkan hubungan batin antara orang tua dan anak.
  • Jika terjadi biang keringat, mungkin si bayi sedikit kepanasan. Berikanlah pakaian yg berbahan katun lembut serta longgar. Kondisikan ruangan agar memiliki sirkulasi udara yg baik. Gunakan bedak berbahan dasar tepung jagung untuk mengatasi biang keringat jangan yang lain. Berikanlah didaerah genital, lipatan di sekitar leher, atau di bawah lengan. Biang keringat adalah sesuatu yg biasa terjadi, Anda tidak perlu cemas, nanti akan sembuh dengan sendirinya seiring berkembangnya sistem kekebalan tubuh.
  • Berikan pakaian yg bersih termasuk baju, celana, popok, kaos kaki, sarung tangan, serta lainnya berbahan dasar katun. Cucilah setelah sehari dipakai tanpa mesin cuci.
  • Saat bayi Anda sedang berada diluar dan terkena langsung sinar matahari, usahakan jangan terlalu lama, bila perlu gunakan tabir surya.

Mitos dan Fakta Merawat Bayi


Setiap orang tua di berbagai tempat punya cara merawat bayi mereka sendiri-sendiri. Sayangnya, masih ada orang tua yang percaya berbagai mitos sehingga justru bayi mereka menurun kesehatannya. Apa saja mitos itu dan bagaimana fakta merawat bayi yang benar?
Mitos yang pertama adalah mengenai memberikan susu botol saat bayi tidur. Ketika bayi terbangun malam, memberikan susu botol terkadang memang lebih praktis. Namun, jika susu dibiarkan dalam keadaan bayi tetap terbaring dan terlalu sering, susu botol itu dapat mengendap di gusi anak dan juga menyebabkan infeksi telinga. Untuk mencegahnya, kurangi memberikan susu botol saat malam. Jika terpaksa, angkat sedikit kepala bayi saat memberikan susu. Saat bayi mulai tertidur, ambil botol susu itu. Jangan biarkan ia tertidur dengan tetap mengenyot botol.
Mitos yang kedua adalah banyak orang tua yang percaya menjemur bayi di pagi hari bisa membuatnya lebih sehat. Memang betul hal tersebut, namun, Anda tidak perlu benar-benar menjemur si bayi setiap hari. Dan sebaiknya juga jangan menghangatkan bayi Anda lama-lama, cukup 10-15 menit saja sebelum jam delapan pagi. Terutama jika bayi Anda berkulit kuning atau putih. Fakta merawat bayi selanjutnya, setelah dijemur, biasanya bayi dimandikan. Anggapan bahwa memandikan bayi dengan air dingin bisa membuat bayi lebih kuat adalah salah. Air dingin bisa menggigil dan metabolismenya terganggu. Sebaiknya mandikan bayi dengan air hangat dan jangan terlalu lama.
Masalah yang sering dihadapi oleh para ibu adalah bayi mengompol dan gumoh. Ada yang bilang semakin cepat bayi berhenti mengompol maka ia semakin pintar. Sebenarnya sampai usia diatas dua tahun, bayi mengompol itu masih wajar. Setelah usia itu, barulah bayi bisa mengontrol kandung kemihnya. Jika hampir usia tiga tahun masih mengompol, barulah Anda berfikir untuk memeriksakannya. Selain mengompol, bayi juga sering mengalami gumoh atau muntah sedikit sesudah makan. Ibu muda biasanya akan panik jika hal ini terjadi. Anda bisa menghindari terjadinya gumoh yang sering dengan memposisikan bayi telentang dengan benar saat makan, tidak memasang gurita terlalu kencang, dan tidak menyuapinya sampai kekenyangan.
Mitos dan fakta merawat bayi yang juga masih rancu di masyarakat adalah seputar menggendong bayi. Bayi, terutama cucu kesayangan biasanya akan digendong sampai besar oleh anggota keluarga. Padahal, menggendong bayi terus-menerus bisa menyebabkan bayi menjadi malas berjalan dan tidak terlatih emosinya. Nantinya, Anda sendiri yang akan kewalahan mengajarinya berjalan. Karena itu melatih bayi berjalan sejak dini ketimbang menggendongnya sebenarnya tidak masalah. Pastikan otot lehernya sudah kuat menopang kepalanya. Sebagai variasi, Anda bisa mengayunkan dan mengangkat si bayi tinggi-tinggi. Cara ini lebih bermanfaat melatih emosi si bayi dan mendekatkan dengan orang tuanya.




4 Cara Cermat Merawat Bayi Baru Lahir


Merawat bayi baru lahir menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan bagi orangtua baru. Peran baru sebagai seorang ibu selain menggembirakan kadang juga ada kekuatiran.
Selama ibu mengikuti petunjuk perawatan bidan  atau dokter maka tidak perlu cemas. Satu hal yang perlu diperhatikan saat merawat bayi adalah hati - hati, cermat dan tidak mudah panik.
Ada beberapa perhatian penting yang perlu diketahui sehubungan dengan perawatan bayi baru lahir di rumah. Kebiasaan - kebiasaan yang perlu diketahui agar dapat memberikan perawatan terbaik bagi bayi antara lain:

1. Bayi baru lahir tidak  perlu memakai gurita.
Perawatan bayi dengan mengenakan gurita perlahan kini sudah mulai ditinggalkan. Penggunaan gurita pada bayi justru akan menekan bagian perut bayi dan membuat bayi kesulitan bernafas.

Seandainya ibu ingin tetap mengenakan gurita sebaiknya ikatan harus  longgar. Jangan kuatir bahwa tali pusat bayi akan tergeser dan cemas bayi akan kesakitan. Pemakaian gurita yang terlalu ketat justru akan menekan lambung dan membuat bayi tidak nyaman. Selain itu bayi juga sedang masa pertumbuhan organ tubuhnya.

Ibu kuatir perut bayi akan kembung? Tak perlu cemas, tidak ada bayi kembung akibat tidak menggunakan gurita sejak bayi. Pada bayi memang otot dinding perut masih belum kuat dan  sangat lentur, sehingga kadang tampak lebih besar.

Seiring dengan pertumbuhan dan gerak bayi semakin aktif otot - otot  tubuh bayi akan semakin kencang dan bila sudah mulai merangkak dan berjalan  secara alami kondisi perut bayi akan lebih kencang karena  sudah ada gerakan dan aktifitas.

Cara perawatan tali pusar terbaru, sebaiknya tali pusat dibiarkan terbuka tanpa dibalut kain kassa dan cukup diolesi alkohol saat di rumah sakit. Selanjutnya di rumah setiap mandi disabuni dan dibersihkan.

Bagaimana jika  nanti pusarnya bodong karena tidak memakai gurita?
Pusar yang baru lepas  kadang pangkalnya tampak menyembul sedikit hal yang wajar, kecuali  kondisi  hernia umbilikalis yang berat, maka perlu rujukan untuk ke dokter anak guna perawatan lebih lanjut. Perawatan tali pusar setelah lepas juga tidak perlu ditempeli uang koin untuk mencegah tidak bodong.

2. Perawatan bayi dengan bedong.
Bayi baru lahir memang membutuhkan kehangatan, namun bukan dengan membungkusnya rapat - rapat dengan kain bedong. Bila ingin memberi kehangatan sebaiknya   lipatan kain jangan terlalu erat. Sangat disarankan untuk lebih sering membebaskan bayi dari bedong agar bayi dapat bergerak bebas.

Merawat bayi dengan  membungkus kain bedong  menjadi kebiasaan sebagian orangtua  selain untuk kehangatan juga  karena  mereka cemas bila melihat bayinya seperti ada reflek terkejut atau dalam bahasa medis di sebut hynogogic startles.

Gerakan  seperti reflek terkejut  terlihat  pada tangan dan kaki  bayi seperti kejang dan gemetar  namun hanya beberapa detik . Hal ini normal dan akan menghilang sendiri ketika bayi memasuki usia 3 bulan.

Cara mengatasinya memberi kehangatan dan kenyamanan dengan memeluk , meletakkan telapak tangan ibu didada bayi dengan lembut jika terkejut karena suara keras dan  memperbaiki posisi tidurnya agar nyaman.

Mungkin ibu khawatir kaki bayinya akan bengkok. Tak perlu cemas. Bayi baru lahir memang kakinya cenderung  bentuknya  agak bengkok dan menekuk. Posisi kaki  saat bayi baru lahir memang masih belum bisa lurus  sehubungan dengan posisi bayi dalam kandungan.
Secara perlahan nanti posisi kaki akan normal kembali. Kecuali bila  ada kelainan  pada bentuk tulang, tentu bidan akan menginformasikan cara perawatan lebih lanjut. Perhatian pada  bayi yang panas tidak  boleh dibedong, justru akan semakin meningkatkan suhu tubuhnya, dan bayi akan sesak karena tidak bisa bernafas dengan leluasa. Ibu sebaiknya membebaskan tangan dan kaki bayi dari ikatan bedong saat menyusui agar bayi juga bisa bersentuhan dengan ibunya. Kontak fisik ini sangat penting bagi bayi.

3. Penggunaan bedak bayi.
Bayi baru lahir sebaiknya tidak  perlu diberi  bedak tabur seluruh tubuh usai mandi. Resiko terhirup serbuk halus dari  bedak tabur akan  masuk paru -paru dan mengganggu pernafasan bayi.Bila memang ingin memberi bedak sebaiknya gunakan bedak padat dengan spon lembut. Cukup  usap tipis pada daerah  lipatan paha, lipatan bawah lutut,  ketiak,  dan leher.
Jaga kebersihan saat bayi mandi dengan menyabuni daerah ketiak dan lipatan leher dengan cermat.  Akan lebih baik jika bayi  setiap selesai mandi kulit bayi tidak diberi bedak tabur atau talk sama sekali.

Perawatan  bayi usai buang air kecil dan buang air besar  dengan menabur bedak   di pantat atau alat kelamin tidak direkomendasikan lagi.
Menabur bedak justru  akan menumpuk kotoran pada daerah alat kelamin bayi dan mudah terjadi lecet atau iritasi.

Pori - pori kulit   bayi masih sangat sensitif dan perlu sirkulasi udara terutama di daerah pantat dan alat kelamin yang tertutup. Setiap bayi buang air kecil atau buang air besar cukup bersihkan dengan kapas yang dibasahi air hangat dan keringkan dengan handuk  lembut.

4. Penggunaan popok yang aman.
Sebaiknya perawatan bayi menggunakan popok kain yang berbahan katun lembut. Bila terpaksa mengunakan pampers  saat berpergian. sebaiknya sering diperhatikan kondisi pampers. Ganti setiap basah.

Anjuran terbaik adalah gunakan popok kain dari bahan katun yang lembut. Popok kain selain ramah lingkungan juga aman untuk bayi. Bayi terhindar dari resiko alergi dan  infeksi  dan ruam popok.

Salam hangat semoga bermanfaat.

Cara Membuat Anak Bayi Cerdas Pintar


Apakah Kita bisa membuat anak bayi jadi cerdas dan pintar, Bagaimana cara merawatnya? Menurut beberapa artikel yang saya baca, Saya menyimpulkan bahwa sentuhan dan kasih sayang ibu lah yg bisa mendukung perkembangan otak bayi secara maksimal. Interaksi antara ibu dan bayi ternyata sangat memberikan dampak yang cukup besar bagi perkembangan fisik dan mentalnya. Sebagai orang awam mungkin hal ini biasa-biasa saja dan tidak ada pengaruh pada kecerdasan apalagi pintar. Tapi beberapa studi telah memberikan bukti mengejutkan. Coba Anda perhatikan pernyataan dari beberapa sumber yg saya peroleh :

Menyusui sampai maksimal usia 24 bulan ternyata bisa memberikan stimulasi visual yg sangat baik. Dengan memindahkan posisi bayi dari payudara sebelah kiri dan kanan secara bergantian ternyata memberikan sudut penglihatan yg berbeda dan ini melatih sekaligus merangsang impuls perkembangan otak untuk mengenali juga mengingat. Selain itu ASI adalah nutrisi terbaik untuknya. Ibu pintar pasti akan memberikan ASI.

Demikian juga dengan sentuhan ibu dalam bentuk interaksi, komunikasi, bercanda, bermain secara keseluruhan senantiasa akan membuat bayi mendengar, merasakan, mengenali juga mengingat sehingga membantu perkembangan positif pada aspek kognitif seperti kepekaan terhadap lingkungan, pengolahan informasi, suasana hati, atau perilaku. Sehingga membuat bayi jadi cerdas juga pintar 

Studi ilmiah telah menunjukkan bahwa anak yg dibacakan sajak dalam beberapa tahun dari sejak bayi, kelak Ia menjadi pembaca yang lebih baik dan pintar di sekolah, "jelas Diamant-Cohen." Dengan membiasakan memperdengarkan sajak, Anda juga mengajarkan bayi untuk mendengarkan. Otak akan siap untuk membaca serta menerjemahkan dari kata yang terdengar atau kata-kata tertulis di kemudian hari. 

Latihlah bayi Anda agar lebih banyak beraktivitas secara teratur supaya bayi ibu jadi cerdas dan pintar. Sesuaikan kegiatan ini dengan umurnya. Hal ini penting Anda lakukan untuk melatih keseimbangan, kemampuan membaca lingkungan, melihat serta mendengar.

Sebuah studi yang dipimpin oleh Dr Ahmad Qawasmi di Yale University di New Haven, Connecticut dan Al-Quds University di Yerusalem menyatakan bahwa Asam lemak (AA dan DHA) pada susu formula khusus tidak bisa membuat bayi jadi cerdas atau pintar. Akan tetapi, zat ini bermanfaat untuk perkembangan penglihatan atau fungsi kekebalan tubuh anak bahkan ada kemungkinan mempengaruhi aspek perkembangan kognitif